Gara nggak akan kembali ke kamarnya kalau nggak aku yang mendorongnya dengan paksa untuk keluar dari kamar Nala. Dia seperti nggak bisa melihat keadaan karena selalu nggak bisa menahan dirinya. "Ayah dan Ibu juga belum pulang. Bahkan sekarang masih jam setengah sembilan malam," ucapnya dengan wajah menggoda. Senyumnya dikulum dan tangannya memainkan helai demi helai rambutku. "Justru bahaya kalau nunggu Om dan Tante pulang. Bisa-bisa mereka bakal memberi cap yang nggak bagus buatku," ujarku. "Besok juga bisa kalau sudah pulang ke Yogya," kataku memberi penawaran. Tunggu dulu, kenapa kedengarannya aku yang pengen banget sampai memberitahukan bagaimana caranya. Memangnya besok mau ngapain juga, kan? "Benar nih kalau besok aku boleh bebas minta apa aja?" tanyanya dengan senyum yang terlih

