42. Berdua

1502 Kata

"Sudah nggak ada yang tinggal, kan?" tanya Gara memastikan saat aku beranjak keluar dari rumahnya. Nala yang berdiri di depan pintu menatapku tak berkedip. Saat aku dan Gara mengatakan akan kembali ke Yogya, wajahnya mendadak sendu dan dia mengikuti kemana pun aku dan Gara pergi. "Kenapa Tante Aruna harus ikut Papa? Kenapa nggak tinggal di sini aja?" tanyanya bertubi-tubi. Aku tersenyum sambil mengelus rambut hitamnya. "Karena besok Tante juga harus kerja kayak Papa," jawabku. "Tapi nanti ikut Papa ke sini lagi, kan?" tanyanya dengan wajah menggemaskan. Aku menyempatkan diri untuk mengecup pipinya. "Tentu saja Tante Aruna akan ke sini lagi." Kali ini Gara yang menyahut. Dia menghampiri putrinya dan kemudian menggendongnya. "Nanti Nala yang akan ikut Papa dan Tante Aruna tinggal di Yog

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN