Arya terus mengamati wajah Kinan yang sudah terlelap. Menyingkirkan helaian anak rambut nakal yang menghalangi wajah ayu istrinya. Diam-diam Arya sudah mengakui kecantikan Kinan dari dulu. Hanya gengsinya saja yang terlewat tinggi hingga tak mengijinkan bibirnya berucap. Arya semakin merengkuh tubuh Kinan, menyembunyikan tubuh kecil itu sepenuhnya di dalam dekapan. Mengecup kening Kinan cukup lama sebelum ikut berkelana ke alam mimpi. ××× "Aku ganteng ya." Kinan terkesiap dan langsung mendorong d**a hangat Arya yang masih berada di depannya. Namun, tindakan itu tidak membuat ia seketika terlepas dari kungkungan Arya yang lengannya masih melingkari leher dan punggungnya. "Masih gelap jangan gerak-gerak terus." Kedua mata Arya masih terpejam, tapi bibirnya sudah menggumam kesana kemari.

