'Anak gue emang cantik banget.' batin Arya dengan seringaian sombong yang tersirat. Ara sudah selesai mandi dan kini bayi itu sedang dipakaikan baju oleh suster yang sama dengan yang memandikannya tadi. "Sudah Pak, Bu." Suster itu berucap seraya menatap Arya yang sejak awal selalu menunggui kegiatannya. Sangat overprotektif, begitu pikirnya. "Silahkan diberi asi dulu ya, Bu." Kemudian suster itu menggendong Ara dan meletakkannya di pangkuan Kinan dengan hati-hati. Arya sudah bersiap untuk keluar ruangan seperti biasanya jika Kinan akan menyusui Ara. Namun, langkahnya terhenti saat si suster kembali berucap. "Bapak tolong didampingi Ibu Kinan ya. Di saat menyusui seperti ini dukungan suami sangat dibutuhkan. Bapak bisa ikut memegangi putri Bapak karena sepertinya Ibu Kinan masih sedikit k

