Bab 44

1231 Kata

-TIAS- Baru setengah jalan, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tidak beres dengan motorku. Rasa-rasanya kalau sudah begini adalah tanda-tanda motorku sepertinya akan mogok. Maklum motor second belum beres pula cicilannya. Perlahan motorku lajunya mulai melambat, hingga akhirnya mendadak mesinnya mati, dan motor pun berhenti dengan sendirinya. Untung aku sudah cepat-cepat menepi ke pinggir jalan, kalau mesinnya mati di tengah jalan bisa kacau. “Kenapa, Ti?” tanya Ayu. Aku bisa mendengar nada keresahan dari pertanyaannya. “Ini motorku kayaknya mogok, Yu!” jawabku gugup. “Ini sih bukan ‘kayaknya’ lagi, tapi emang mogok,” jawab Ayu. “Iya, Yu, turun dulu, Yu!” ucapku tersenyum malu. “Terus gimana dong, Ti, sekarang?” tanyanya. Sambil turun dari jok belakang. “Itu dia, aku juga bingung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN