-AYU- “Kamu gak fitting baju? Katanya kemarin bilang kebayanya udah jadi hari ini?” tanya Ibu. Saat kami sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan. “Nggak ah, ngapain nyobain baju penganten tapi sendiri. Pengantin itu sepasang, bukan sendiri!” Kataku. Tiba-tiba saja aku merasa kesal, karena kembali mengingat bahwa Satya kemungkinan hari ini tidak jadi pulang. “Lho kok gitu sih? Emang Satya gak pulang? Katanya hari ini pulang?” tanya ibu lagi. “Nggak,” jawabku singkat. Kulihat ibu malah tersenyum. Waktu tak terasa berjalan begitu cepat, sudah tiga bulan berlalu. Persiapan pernikahan ini memang terbilang super kilat, karena kami harus menyesuaikan juga dengan izin yang di berikan pada Satya dari kesatuannya. Bukan hanya lelah mengurusi perintilan pernikahan, aku pun lelah karena harus pe

