Bab 18

1278 Kata

-SATYA- Aku melihat Sertar Zulfikar mengangkat lengannya, kemudian sayup-sayup aku mendenger ia berteriak kepada kami, kurang lebih katanya kami sudah boleh menyebrang. Entah mengapa perasaanku sedikit tidak enak, gelombang arus sungai kurasa bukan semakin landai, tapi semakin ekstrim. “Sat, aku duluan ya,” ucap Udin padaku. “Oke, Din, hari-hati!” jawabku, sambil menepuk pangkal lengannya. Kemudian ia mulai menceburkan kakinya ke tepi sungai, dan bersiap-siap untuk menyebrang. “Oh, ya,” Udin kembali berbalik, dan menatapku. “Apa?” “Kalau terjadi apa-apa padaku, tolong kabari Mas Su dan keluargaku ya,” ucapnya. “Jangan ngaco!” aku marah. “Tidak akan terjadi apa-apa!” sambungku lagi. Aku melihat Zulfikar sudah sampai di seberang, kemudian melambai-lambaikan tangan dari keja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN