Bab 17

1358 Kata

“Baik, di sini saya akan menjelaskan cukup satu kali saja, jadi tolong kalian perhatikan dengan baik,” pelatih berkata, menambah intensitas ketegangan. “Siap!” Perasaanku sudah tak enak. Jangan-jangan kejadian waktu itu bisa saja terjadi lagi padaku. Aku mengusap kedua wajahku dengan tangan, sekalian menyeka tetesan air hujan yang mendarat di kening. -SATYA- Aku melirik ke arah Udin, dari 30 taruna tingkat dua yang mengikuti latihan ini, kurasa, wajah Udin yang paling pucat, setelah mendengar arahan dari pelatih. Entah ia takut, atau jangan-jangan ia trauma soal kejadian waktu itu. “Tantangan kali ini, kalian harus menyeberangi sungai itu...” “... tanpa bantuan tali!” ucap pelatihku. Yang akan pensiun sekitar 6 bulan lagi, dengan pangkat terakhir Laksamana Madya. Namun masih se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN