Bab 16

1312 Kata

Aku senang. Apa lagi setelah Erfan mulai membicarakan soal honor yang akan aku dapat dari proyek ini. Ia sama sekali tidak canggung memebicarakaan soal bayaran, mungkin karena ia memang sudah terbiasa mengerjakan proyek-proyek sejenis, dan soal pembayaraan adalah hal yang lumrah dalam sebuah bentuk kerjasama apa pun. Malah aku yang merasa sedikit canggung, apa lagi jika mengingat Erfan adalah anak satu kampus. Saat Abidzar memberikanku sebuah saran untuk mulai menulis artikel lepas lewat salah satu vendor penyalur jasa freelancer aku lebih leluasa untuk menentukan harga, karena kami tidak berhadapan langsung, antara klien dan freelance. Dan kami pun bahkan tidak saling mengenal—maksudnya, aku tidak tahu di mana ia berkuliah, ia kenalan Abidzar atau bukan, dan sebagainya. Tapi saat ini su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN