-ABIDZAR- Wajahku langsung berbinar mendengar pertanyaan Erfan. Tadinya aku merasa sedikit tak enak hati, jika langsung menawarkan Kirana untuk masuk ke dalam timnya. Jaman sekarang sudah tak musim nepotisme. Kalau pun ingin memakai “jalur koneksi” aku ingin membuatnya terlihat lebih elegan, dan tidak terlihat terlalu memaksakan. Meskipun aku yakin Kirana sangat kompeten di bidangnya. Tapi seolah memang sudah rezeki Kirana untuk memperoleh tambahan pemasukan seperti harapannya, jalan ini seolah terbuka begitu saja dengan mudahnya. “Hmm… gitu ya,” responku. Di awal-awal sengaja aku jual mahal, supaya tak terendus Erfan, kalau maksud tujuanku bertemu dengannya memang ingin “menjodohkan” Kirana dengan timnya. “Iya, Bang. Ada kenalan gak? Tapi ya sudahlah, kok jadi ngomongin proyekan gue.

