-ERFAN- Aku sudah di Amerika ketika aku mendapatkan kabar dari email, bahwa Tias sudah memutuskan akan mengambil proyek ini. Entah bagaimana caranya aku berterimakasih padanya, aku sangat senang dengan keputusannya itu. Untuk memastikan, aku menghubunginya. “Oke, minggu depan aku balik ke Jakarta, kamu bisa datang ke kantor? Nanti kita ada meeting dengan tim, agar jelas kita harus mulai dari mana, kamu bisa?” tanyaku. Tias tak langsung menjawab, ia seperti sedang berpikir. Karena aku merasa tak enak akhirnya aku memberikan opsi lain. “Tapi, kalau sekiranya kamu sibuk, jangan dipaksakan. Kita bisa rapat via jarak jauh, mungkin kalau hanya melihat layar tidak terlalu menyulitkan, kan?” kataku. Sekarang memang sedang musim rapat jarak jauh memanfaatkan teknologi aplikasi rapat online. In

