Bab 92

1512 Kata

-SATYA- “Tadi kamu bilang kita mau pindah rumah?” Serius? Kok kamu gak bilang? Kapan kita mulai pindah? Tempatnya di mana?” sesampainya di ruang tamu, Ayu langsung memberondongku dengan banyak pertanyaan. Aku hanya memandangi Ayu yang sedang komat-kamit tanpa jeda, dan mendengarkannya. Karena jika aku bicara langsung memotong pasti nanti akan jadi salah. Tapi jika aku diam, juga sama saja, Ayu pasti akan mengomel. “Oppa, aku lagi ngobrol sama kamu, kamu dengerin gak sih?” “Tuh kan benar dugaanku,” aku bergumam. Mau aku menjawab atau diam, pasti ujungnya tetap sama, aku yang salah. “Iya, aku ini lagi mikir, harus jawab pertanyaan kamu yang mana dulu. Ujian aja dikasih waktu, masa jawab pertanyaan gak dikasih kesempatan mikir,” jawabku. “Ya udah, jawab aja satu-satu,” kata Ayu. Sebel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN