Bab 71

1350 Kata

Setelah aku menutup telepon dari Satya. Aku duduk terdiam di depan meja belajar—yang menemaniku sejak dari SMA. Aku masih tersenyum mengingat semuanya, terlebih mendengar suara Satya membuatku selalu merasa bahagia. Satya itu aslinya jarang bicara, jadi sekalinya dia bicara, selalu membuat hatiku meleleh. Kadang aku membayangkan, apa jadinya kalau dia bergabung dengan member grup K-Pop. Saat bicara biasa saja suaranya sudah terdengar merdu apa lagi jika sambil bernyanyi. Membayangkannya membuatku benar-benar cinta mati padanya. “Oppa, sarange!” Ah, aku ini kenapa, sejak tadi terus-terusan membayangkan Satya yang tidak-tidak. Mungkin aku terlalu antusias, aku benar-benar tidak sabar menunggu hari di mana ia mengucapkan akad yang sakral di depan semua orang. Oh ya, tapi ini rahasia, Sat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN