-SATYA- Subuh-subuh tadi aku pergi ke bandara menggunakan taksi Bang Malik, tetanggaku—tetangga yang mengantarku saat akan daftar tes saringan AAL dulu. Hari ini rencananya aku akan bertolak kembali ke Bitung. Aku baru saja mengabari Ayu bahwa aku sudah di bandara, dan sekitar 10 menit lagi pesawatku siap berangkat. Ayu sempat seowot, saat tahu aku pergi ke bandara seorang diri. Ia marah, karena tadinya ia ingin mengantarku pergi. Tapi aku memang sengaja pergi ke bandara diam-diam, karena jika dia ikut, drama pasti akan berulang. Aku tak tega melihatnya menangis sesungguhnya lagi setiap kali harus melepasku pergi. “Sampe ketemu Jumat depan ya!” kataku tadi sebelum mengakhiri telepon. “Iya, kamu jangan lupa makan, jaga kesehatan, dan mandi yang rajin biar nanti kinclong pas hari H

