“Gak nyangka kita bertiga ketemu lagi di sini!” komentar Mas Su dengan wajah gembira, saat istirahat makan siang. “Iya, Mas. Kita serasa reuni lagi,” balasku. “Kamu masih sering ketemu Edy, dia dinas di Jakarta, kan?” tanya Mas Su. “Jarang lah, Mas. Saya balik Jakarta juga bisa dihitung jari,” jawabku. “Sekarang Letnan Satya sudah tinggal di sini, Mas. Ngontrak rumah bahkan!” Felix menyela sambil menyikut siku tanganku. “Wah, serius? Sampai sengaja mengontrak rumah? Kamu betah di kota ini, Sat?” tanya Mas Su. “Betah gak betah lah, Mas,” jawabku. “Ah, kau ini bicara apa, Sat. Betah lah masa tidak, kalau pulang ke rumah kau sudah ada yang menyambut sekarang,” ucap Felix. Ia berhasil membuatku tersipu di depan Mas Su. “Tunggu... tunggu... jangan-jangan kamu?” tanya Mas Su ragu. Tapi a

