Bab 53

1290 Kata

“Bener, Bos, alamatnya yang ini!” jawab Bang Lukman. Setelah menelepon penjual motor sekali lagi. Mendengar itu aku langsung terdiam. Jangan-jangan motor yang bakal aku beli adalah motor milik Satya. Ini seperti sebuah kebetulan. Tapi, kenapa Satya sudah di Jakarta lagi? Bukankah ia masih pendidikan di Surabaya? Pikirku. Apapun itu, mungkin bisa jadi memang benar motornya Satya yang akan dijual, lagi pula apa peduliku, justru bagus. Pertama aku bakal ambil alih motornya, selanjutnya aku bakal ambil alih hati Ayu. “Kenapa, Bos, ada masalah?” tanya Bang Lukman mengagetkan. “Nggak ada. Ya udah, terus kita ke mana? Masuk aja?” tanyaku. Sambil menyalakan mesin motor. “Iya, masuk! terus dia suruh kalau ditanya-tanya sama petugas jaga, bilang aja sudah janjian sama Letda Dimas, begitu katanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN