Bab 54

1482 Kata

-ABIDZAR- “Fan, lu emang beneran udah gak waras?” kataku dengan marah, refleks aku menggosok-gosok rambutku berulang kali ketika sedang kesal. Ini bagian dari terapi kontrol emosi yang masih terus aku jalani. Aku menuruti nasihat psikologku, ini cukup ampuh membendung hasrat ingin memukul orang atau benda-benda, untuk melampiaskan emosi. Semua tahu, jika aku adalah pribadi yang sangat emosional. Beberapa jam lalu aku baru mendapat kabar dari Lukman. Ia bilang, bahwa Erfan menukar motornya. Awalnya aku tak mengaggap ini masalah, meski memang sedikit agak aneh. Yang aku tahu, ia sangat sayang dengan motornya itu. Jika ada pepatah mengatakan “motor adalah kekasih seorang lelaki”, maka memang itu yang terjadi pada Erfan dan motor sportnya. Karena keanehan itulah, aku menjadi penasaran, deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN