Ini masih soal kejadian pasca aku bertemu sosok yang kuduga adalah Satya. Di hari itu, dari jauh aku memperhatikan mereka pulang bersama, setelah Ayu beres perkuliahan. Meski posisiku beberapa meter jaraknya dengan mereka. Aku bisa dengan jelas memperhatikan motor yang dipakai Satya. Kemudian aku berpikir, apa mungkin gara-gara motor Si Satya itu keren, jadi Ayu mau pulang sama dia. Selepas itu, sesampainya di apartemen, aku langsung menghubungi seorang dealer motor kenalanku. “Bang, bisa siapin motor metik...” ucapku. Sambil menjalaskan jenis motor metik yang persis sama seperti yang aku lihat sore itu. Kenalanku itu, Bang Lukman, langsung kaget seketika, saat mendengar aku akan membeli motor berjenis metik kepadanya. Karena biasanya kelasku adalah motor sport, dan motor sportnya pun

