bab 130

1881 Kata

"Cie yang sekarang nempel terus kayak amplop sama perangko," ledek Herni saat melihat Reza dan Jenar berjalan berdampingan memasuki lobi. "Padahal sekarang udah enggak jaman tuh amplop sama perangko," sahut Wulan yang berdiri di samping Herni, rupanya mereka sengaja menunggu Jenar dan Reza saat melihat mobil sedan hitam datang dan memasuki tempat parkir seperti biasanya. Mereka sengaja menunggu hanya untuk meledek sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara itu. "Kalian enggak ada kerjaan banget, sih, sengaja nungguin kita!" Kata Reza dengan nada bicara datarnya sembari menggelengkan kepala heran dengan tingkah kedua wanita itu, mereka semakin berani dan bersikap akrab dengan Reza setelah lelaki itu berpacaran dengan Jenar. Atau, lebih tepatnya Reza yang berubah menjadi pemuda yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN