bab 129

1761 Kata

"Ayo dong tante, tendang!" "Ayo kejar bolanya, masa enggak bisa!" Pekik Abraar sore itu, suara nyaringnya membuat Bekti yang baru saja memandikan Nasya penasaran lalu mengajak sang putri untuk keluar rumah dengan menggandeng tangannya dan membantu bayi itu melangkah pelan, baru beberapa hari Nasya bisa berjalan dan belum begitu lancar. Bekti tersenyum melihat Abraar berlarian di depan rumahnya mengejar bola, jalanan kompleks yang cukup sepi membuat bocah itu aman bermain bola. Bocah itu kembali menendang bolanya ke arah sang tante yang menunggu di depan pagar rumah Meisya. Napasnya sedikit tersengal karena sudah sejak tadi mereka bermain bola, sejak masih di halaman rumah hingga bola yang Abraar tendang meluncur ke jalan dan akhirnya mereka bermain di jalanan. Lelaki itu tersenyum me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN