Saat ini hujan deras tengah mengguyur Ibu Kota, seakan semesta ikut merasakan kesedihan Samiera. Wanita cantik itu merebahkan kepalanya di atas pangkuan sang ibu. Sejak semalam tiba di kediaman Adhiguna, ia terus saja menangis. Air mata seakan tidak bisa dibendung lagi, hatinya luluh lantah. Ia pernah berada di posisi yang salah, ia pernah berdiri di antara Rishyad dan Nania. Namun ia tidak pernah menyangka jika sekarang ia mendapatkan balasannya di dunia. Samiera tidak pernah percaya karma, karena dalam agama yang dianutnya tidak mengenal karma. "Ara sakit, Bu..." isaknya terdengar sangat memilukan di telinga Amiera yang juga menitikkan air mata kesedihannya. Sedangkan Hermawan hanya bisa diam melihat putrinya terpuruk. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini, yang bisa ia lakukan hany

