Huda masih berada di ruang kerja Samiera, duduk di depan istrinya yang masih menangis terisak. Tadinya ia berencana untuk berdamai dengan Samiera, setelah memikirkan betapa tersiksanya ia dan juga Samiera. Sebisa mungkin ia menekan egonya untuk kelangsungan rumah tangganya. Tapi sepertinya usaha yang dilakukannya seminggu ini percuma saat melihat Rishyad menggenggam tangan istrinya. "Mas lihat aku..." lirih Samiera mendatangi Huda dan berlutut dihadapan suaminya. "Aku lelah," ucap Huda menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, menutup matanya dengan lengan. Samiera bangkit dari berlututnya, duduk di sisi suaminya yang masih bersandar di sofa. Dengan penuh keberanian ia memeluk Huda dan menangis terisak di d**a suaminya. Huda nampak mendiamkan istrinya yang meluapkan tangisnya. "Om

