Suasana kamar rawat yang biasanya tenang dengan hanya diiringi suara EKG yang stabil, berubah mencekam dan panik. Para dokter dan perawat sibuk menangani Samiera yang masih kejang. Suara EKG yang biasanya stabil itu berubah jadi tidak beraturan, seiring dengan kondisi Samiera yang sama tidak stabilnya. Huda masih berada di dalam kamar rawat istrinya, berusaha tenang walau ia sangat panik. Sebelumnya ia mengatakan akan belajar ikhlas untuk melepas kepergian sang istri. Tapi melihat Samiera yang seperti ini membuatnya urung melepaskan kepergian wanita itu. Matanya merah dan basah karena menangis, meratapi penderitaan sang istri serta penyesalannya secara bersamaan. Tangannya terus menggenggam tangan Samiera yang masih bergetar, mendekatkan bibirnya ke telinga wanita itu. Membisikkan kali

