"George, aku akan bertemu denganmu setiap hari. Bos di tempat kerjaku bilang, itu permintaan khusus dari pelanggan. Kau tahu? Aku sangat menghargai orang tuamu, George." Di pagi Sabtu yang tampak mendung, Sean kembali datang lagi ke rumah George untuk mengantarkan s**u pesanan keluarga anak itu. George terlihat begitu senang, walau ditutupi dengan ekspresi datarnya. Namun, mata yang dimiliki seorang anak jelas tak bisa berbohong. "Kau senang, George?" Sean bertanya, setengah menggoda anak laki-laki itu. Dia tahu George hanya bersikap malu-malu saja padanya. "Tidak." George menjawab cepat. Namun dari nada bicaranya, anak itu terdengar gembira. Saat itu, keduanya sedang duduk bersantai di halaman belakang. Joly dan Erick sengaja membiarkan pengantar s**u itu masuk ke rumah mereka

