Jawaban yang Menyulut

1257 Kata

Pagi berikutnya datang dengan suasana yang jauh dari kata tenang. Arman tidak benar-benar tidur semalaman. Pikirannya terus berputar, mengulang setiap kata yang diucapkan Bima di kafe kemarin. Terutama satu kata yang terus terngiang di kepalanya…iya. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap kosong ke depan. Rahangnya mengeras, tangannya mengepal tanpa sadar. Untuk pertama kalinya, ia tidak hanya merasa terganggu, tapi juga tersulut. “Aku gak bisa diam seperti ini…” gumamnya pelan. “Kalau aku biarkan, semuanya akan keluar dari kendaliku.” Ia berdiri tiba-tiba, seolah sudah mengambil keputusan. “Aku harus temui dia lagi.” Di sisi lain rumah, Nindya sudah bersiap mengajar. Ia tidak menyadari Arman mengawasinya dari kejauhan. Wajahnya tetap tenang, tapi jelas ada sesuatu yang sedang ia piki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN