Pagi itu, tubuh Nindya atau lebih tepatnya tubuh yang kini ditempati jiwa Nadia. Saat bangun, terasa berat Pandangan matanya menelusuri ruang kerja rumah tua itu. Semua familiar, tapi terasa berbeda, detil-detil kecil di sekitar rumah Nindya yang asli kini menjadi petunjuk bagi Nadia untuk memahami dunia baru ini. Tangannya membuka tumpukan dokumen lama, dan insting pengacaranya segera aktif. “Apa yang kamu lakukan, Nadia?” suara Nindya yang asli seakan terdengar di kepala, namun Nadia tidak membalas. Ia tahu, ini bukan lagi permainan hidup Nindya. Ini peluang untuk membalik keadaan. “Aku akan mencari tahu siapa yang sudah menjebakku,” bisiknya sendiri. Nadia menyalakan laptop yang ditinggalkan Nindya semalam. Email lama Arman, memo, laporan proyek, semua mulai dianalisis. Setiap kata, j

