Ben menarik napas panjang dan tatapannya lurus pada langit-langit kamar yang terasa asing baginya. Biasanya sarang laba-laba atau atap yang hampir roboh akan menjadi pemandangan rutinnya setiap kali ia membuka mata, tapi kali ini berbeda. Tidak ada hal-hal menjijinkan, hanya atap kayu yang kokoh dan sebuah lampu gantung. Sisi ranjang di sebelahnya yang kosong sudah terasa dingin. Itu berarti Ella sudah cukup lama meninggalkannya. Di luar masih gelap, dingin, dan sepertinya gerimis. Menikmati suasana yang menenangkan seperti ini memang pas dengan ditemani secangkir minuman hangat. Mungkin selain itu, juga mengulang kegiatan panas dan penuh gairah yang beberapa saat lalu ia lakukan bersama Ella. Memikirkannya saja membuat Ben ingin tertawa keras sekali. Ia masih tidak menyangka akan berakh

