Berujung Senyuman

1780 Kata

“Bening.” Panggil Bayu entah untuk ke sekian kalinya mencoba memanggi istrinya yang sedang dalam mode diam. “Aku minta maaf, kemarin aku memang tidak mengaktifkan ponsel dan aku juga kelupaan untuk menchargernya.” Jelas Bayu menerangkan yang terjadi satu hari kemarin, setelah ponselnya disita oleh Rani, Bayu benar-benar melupakan ponselnya yang ternyata sudah tidak ada daya. “Nggak masalah kok mas, toh udah berlalu kan? Lain kali kabarin aku kalau memang lagi bareng mbak Rani aku bakalan paham dan tidak akan berharap apapun.” “Ning dengarin aku sebentar saja, setelah itu terserah kamu, aku nggak bakal maksa.” Setelah mendapat persetujuan dari Bening, Bayu mendudukkan Bening di kursi riasnya dan ia duduk di tepi ranjang, berkali-kali Bayu menarik serta membuang napas sebelum memilih kat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN