“Makasih loh mbak udah mau repot-repot antar aku ke Bandara, cepat sembuh yah biar nyusul aku, terus kita bisa jalan bareng jangan ajak mas Bian dia nggak asik orangnya.” Pamit Bening usai berpelukan cukup lama pada Naya. Perempuan beruntung yang mendapatkan abangnya yang super duper baik. “Maaf yah Ning, aku jarang banget nyamperin kamu lebih dulu, pun kalau kamu berkunjung aku cuma duduk doang.” Ujar Naya tak enak hati, karena sampai detik Ini Naya tidak bisa benar-benar lepas dari kruk ataupun kursi rodanya. “Ihh nggak papa mba, aku paham kok. Semangat yah untuk proses penyembuhannyan.” Beberapa waktu yang lalu bang Wahyu kembali menanyakan tawaran mengenai kembali bekerja dan tanpa pikir dua kali Bening langsung mengiyakan tawaran tersebut, hanya saja Bening lupa kalau dirinya haru

