Amarah Abian

1755 Kata

Satu bulan berlalu… Deburan ombak bersatu dengan pasir putih terasa begitu menggelitik kaki, ditambah dengan angin sepoi membuat rambut Bening bergerak mengikuti arah angina berhembus, tak hanya itu dress putihnya ikut menari sesekali tersingkap menampakkan betis putih bersih milik Bening. Meski panas matahari masih terasa pekat di sisi kanan wajanya, tidak membuat keinginan Bening untuk terus berlama-lama di pantai itu surut, bahkan Bening sudah tidak mengkhawatirkan semisal dress itu semakin basah oleh percikan air pantai. “Ibu Bening, sini.” Mendengar namanya dipanggil Bening bergegas menghampiri sekelompok anak difabel yang mengenakan kursi roda yang tenga melambai ke arah dirinya. “Kalian ke sini sama siapa?” tanya Bening menyentuh kening ketiga anak d*********s tersebut, begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN