"Mia, bisa kita bicara?" Rayhan tengah menahan tangan Mia. Mia tertegun beberapa saat padangan mata mereka bertemu. "Bisa kita bicara?" Rayhan mengulang pertanyaannya dengan nada memohon dan terdengar sangat lembut. Mia tersentak dari keterpana-an-nya. Ia melepaskan tangannya dari tangan Rayhan, "maaf Rayhan aku tidak bisa, aku berdarah" Mia berjalan meninggalkannya. "Berdarah? apa kamu terluka?" Rayhan menyamakan langkah kaki mereka, ia merasa khawatir. Mia menghentikan langkah kakinya, ia menolehkan wajahnya kepada Rayhan yang berjalan disisinya. "Aku mendapat menstruasi, aku akan pergi keluar mencari pembalut." "Oh.., itu" Rayhan tersenyum geli, "aku akan membelikannya untukmu, apa mereknya?" "Jangan... kau tidak malu? Kau kan laki-laki?" "Tidak aku tidak malu" Rayhan menjawa

