16. Bakso

708 Kata

Setelah dua setengah jam Cia perang otak, bel yang di tunggu-tunggu akhirnya berbunyi. Bagaimana tidak? Baru pertemuan pertama, mereka langsung ulangan. Entah apa yang ada di pikiran Bu Amel sampai-sampai memberikan soal ulangan di hari pertama bertemu. Di tambah Cia tidak terlalu memperhatikan apa yang di jelaskan Bu Amel. Ia merasa, kata-kata yang ada di dalam otaknya terkuras habis akibat pelajaran Antropologi itu. "Akhirnya!" lega Cia. "Cia, kantin yuk," ajak Mila. Cia mengangguk, "Yuk." Mereka berdua langsung melangkah untuk menuju kantin. Suasana kantin sangatlah ramai. Bahkan Cia tidak yakin, bakso Paman Edy masih ready atau sold out. "Lo mau makan apa?" tanya Mila. Cia memperhatikan satu-satu kedai yang sekiranya bisa di beli makanannya. Karena seisi kantin benar-benar di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN