Jessie pulang ke rumah dengan wajah yang tertekuk. Ia begitu s**l hari ini. Sudah tidak jadi jalan-jalan, tadi ia di tabrak oleh seorang gadis yang tidak ia kenal. Di tambah gadis itu tidak menolongnya. Baru saja Jessie memasuki sepedanya ke garasi, ia melihat Revan keluar dari halaman belakang yang terhubung dengan bagasi. Jessie mendengus saat Revan tengah berjalan ke arahnya. Jessie menunduk, "Marahin aja. Nggak apa-apa," ucap Jessie lebih dulu saat Revan sudah tepat di hadapannya. Revan mengerutkan keningnya, "Tumben. Biasanya nggak mau ngalah." Jessis mendongak, "Gue lagi males pake banget debat. Kalo mau marahin, marahin aja. Gue juga kok yang salah." Revan mendekat dan mengacak puncak kepala Jessie. Jessie menepis tangan Revan dari kepalanya. "Gue nggak marah kok. Tenang,"

