DUA PULUH

1195 Kata

Shadam dengan setia menunggu valen. "Tuan biar saya yang menjaga nona valen, tuan silahkan makan dulu."ucap jimi. "Tidak, gw belum lapar."jawab shadam. "Makan lah sedikit tuan."bujuk jimi. Jimi pun undur diri karna tak berhasil membujuk shadam, jimi tak akan memaksa tuanya karna jimi tau kalo shadam tak suka di paksa. "honey bangun lah."shadam msngusap rambut valen. Valen belum sadarkan diri dari semalam. "Dokter.."panggil shadam. "Iya tuan."dokter yang khusus menjaga valen pun menghadap. "Lo bilang dia baik-baik saja, kenapa belum juga sadar."seru shadam marah. "Maaf tuan, kondisi nona sangat lemah tapi saya yakin sebentar lagi akan sadar."jawab dokter itu. "Ok, kembali ke tempat lo dan kalo valen tidak juga sadar gw akan potong lidah lo."ancam shadam marah. "i..i..iya tuan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN