Allynna langsung memeluk Cilla yang datang dengan dua koper besar di sampingnya. Hati Allynna begitu senang karena akhirnya teman yang ia tunggu-tunggu sudah kembali. Cilla sama senangnya, karena ia bisa kembali melihat temannya itu. Ia tidak sabar untuk melihat kamarnya. Akhirnya mereka memiliki rumah sendiri. Itu hebat sekali menurut Cilla. “Allynna, aku merindukanmu.” Cilla hampir menangis ketika pelukan Allynna begitu kuat ia rasakan. Sudah lama sekali ia meninggalkan Allynna demi kariernya. “Aku juga. Kau makin cantik.” Allynna memuji. “Seperti kau tidak saja.” Cilla melihat Allynna dan merasa senang ketika temannya terlihat baik-baik saja dengan kejadian pedih yang harus ia alami sendirian. Kadang dirinya merasa bersalah karena tidak banyak membantu temannya itu. “Ayo, pulang. A

