Austin dan Allynna tampak kelelahan setelah membawa dan mengatur banyak barang di galeri baru milik Allynna. Tukang sudah pergi karena hari sudah sore. Austin duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya sambil melihat ruangan luas yang akan dijadikan tempat memajang lukisan-lukisan Allynna suatu hari nanti. “Kau tidak apa-apa tinggal di sini sendirian?” “Tidak masalah, di sini berada di lingkungan yang ramai.” Allynna mengatakan kebenaran karena memang galerinya berada di pusat kota. Ia bersyukur sekali karena harga yang ditawarkan lumayan rendah sehingga Allynna dan Cilla mampu membelinya. “Kau tidak perlu khawatir, Austin.” Allynna menambahkan. “Aku selalu mengkhawatirkanmu, Allynna.” Kata Austin tulus. Allynna merasa suasana hatinya langsung berubah ketika mendengar kalimat Austin. Ap

