Rencana Makan Malam Keluarga

1143 Kata

“Apa kata kamu tadi?” Rasti terlonjak. Dia mengamati wajah putranya itu lamat-lamat. Mario kembali ke rumah ketika langit sudah menggelap dengan serangkaian cerita yang dia bawa. Mario yang merasa ceritanya belum tuntas terhenti seketika. Kata-kata tersedot kembali ke dalam kepalanya. “Yang mana, Ma?” dia menatap ibunya heran. Dia menceritakan semua kejadian di kantor Adelia sedetail-detailnya dan ibunya itu tidak memberikan respon apa pun selain menatapnya lekat-lekat sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. “Kamu menerobos masuk ke dalam ruang kerja Adelia?” Mata Rasti melotot. Dia tahu sejak dulu Mario adalah anak yang lain dari pada yang lain. Kelebihan gula. Begitu terus dia berdalih pada dirinya sendiri setiap kali melihat tingkah Mario yang agak absurd dan kalimat-kalimatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN