“Maafin gue.” Mario mengucapkan hal itu dengan tulus kepada Adelia. Belasan menit yang lalu, Adelia bersikeras menyeret Mario untuk keluar dari ruangan Shandy – meskipun Shandy berupaya pula menahan mereka – agar tidak membuat lebih banyak kekacauan. Saat ini mereka berdua telah berada di roof top GEG Main Bulding. Menyepi di salah satu sudutnya. Roof top itu biasanya di gunakan karyawan untuk merokok ataupun sekadar bercengkrama. Tidak ada apa-apa di atas roof top itu. Hanya hamparan beton tanpa atap. Beberpa panel listrik dan genset gedung diletakkan di sana. “Maaf untuk kekacauan yang sudah gue timbulkan.” Pemuda itu gegas menambahkan. “Gue hanya nggak habis pikir kenapa lu nggak menceritakan tentang Shandy ke gue. Firasat gue mengatakan

