Tamu Tak Terduga

1429 Kata

Adelia melambaikan tangan ke arah Mario yang baru muncul di pintu kedatangan bandara internasional itu. Dia tersenyum menyambut kedatangan saudara kembarnya. Dia selalu merasa lebih baik jika telah menumpahkan seluruh perasaannya pada Mario. Kehadiran Mario kali ini secara fisik diakui Adelia akan membuatnya lebih mudah untuk melalui semua hak yang baru saja terjadi padanya. “Tumben lu jemput gue.” Mario menyengir lebar. “Aku baru dari rumah orang tua Shandy dan berpikir sekalian saja jemput kamu ke sini.” “Dari rumah orang tua Shandy? ngapain? Cari mati?” Mario berkata blak-blakan. Adelia memutar bola mata dengan tanggapan yang diberikan pemuda itu. Tidak merasa heran sama sekali. “Mobilnya mana?” “Kita pulang naik taksi, ya Bapak,” sahut Adelia sambil memijit-mijit layar pada ponsel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN