Dua perempuan itu telah duduk berhadap-hadapan. Yang satunya sudah paruh baya. Yang satunya adalah wanita muda yang semua orang akan setuju bahwa paras wajah dan postur tubuhnya sangat menarik. Mereka adalah Rasti dan Melani Subagja. “Aku sudah memaafkan Tante,” gumam Melani yang sontak membuat Rasti terbelalak. Bibir Rasti sudah bergerak namun tak ada satu pun kata yang berhasil lolos dari sana. Sepuluh menit sudah berlalu sejak sebuah ketukan di pintu pada malam yang masih muda itu membuat Rasti menutup buku resep kue yang tengah dibacanya dan beranjak dari ruang tengah. Awalnya dia menduga itu adalah Mario yang telah tiba. Adelia juga tadi menelelpon akan menjemput Mario ke bandara. Mario mengambil cuti singkat untuk menghiburnya karena semua masalah y

