Tentang Luka dan Cinta

1746 Kata

            Rinai buru-buru beranjak dari sofa saat melihat Adelia keluar dari kamar sambil menjijing seluruh ‘perkengkapan tempur’ yang biasa dia gunakan untuk menggambar. Belakangan ini Adelia lebih sering menghabiskan waktunya di taman selepas pulang dari bekerja. Rinai paham Adelia harus segera menyelesaikan proyek cover buku itu karena sebentar lagi pihak penerbit akan mengadakan acara soft launching buku sekaligus meet and greet dengan pembaca dan kabarnya akan mendatangkan langsung Mr. Kaito Murakami dari Jepang sana.             “Adel, tunggu!” Rinai berseru tepat ketika langkah Adelia mencapai ambang pintu apartemen. “Mau ke taman belakang apartemennya Shandy lagi?”             “Iya.” Adelia mengangkat sedikit tas berisi tablet yang digunakannya untuk menggambar. “Minggu depan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN