“Maafkan aku.” Hanya itu yang bisa Adelia ucapkan setelah tubuh Shandy menghilang di balik dinding dan keheningan canggung kembali merembeti dinding-dinding dalam ruangan kerja Ibrahim Van Gobel. Entah kepada siapa permintaan maaf itu Adelia ucapkan namun suara Ibrahim Van Gobel kemudian memecah kesunyian. “Adelia, aku rasa sebaiknya kamu pergi dari sini dan mulai membenahi kekacauan yang sudah kamu dan Shandy ciptakan.” Namun bukannya Adelia, justru Melani yang malah beranjak dari sana. “Maafkan aku, Om Ibrahim. Aku rasa aku juga sebaiknya pergi dari sini.” Begitu melihat Melani berdiri, tak perlu menunggu waktu lama bagi Andi Subagja untuk beranjak dan menyusul putrinya itu. Dia menyempatkan diri untuk mengangguk pelan pada Ibrahim sebagai

