Adelia terkejut mendengar ucapan Andi Subagja. “Bisa kita bicara?” apa yang kira-kira akan Andi sampaikan kepadanya? sesuatu seperti ‘tolong jauhi Shandy’ kah? Atau ‘Shandy lebih pantas bersama Melani’? sesuatu yang seperti itu kah? Seorang ayah akan melakukan apa pun untuk anak gadisnya, bukan? “Ada taman di bawah yang cukup nyaman untuk dijadikan tempat berbicara. Atau apakah Anda mau berbicara di ruang meeting?” sahut Adelia. “Taman kedengarannya lebih menyenangkan.” Andi Subagja menimpali. “Sebenarnya apa yang ingin Anda bicarakan?” Adelia bertanya pelan. Pertanyaan-pertanyaan muncul kembali di dalam kepalanya dan dia sama sekali tidak bisa membohongi dirinya bahwa jantungnya tengah berdegup lebih kencang. Dia tidak pernah menyangka sama sekali, setelah dua puluh tahun lebih berlalu

