Rasti terlonjak dari kursinya di belakang meja kasir saat melihat Adelia masuk ke dalam bakeri di susul Andi Subagja di belakanya. “Apa yang kamu lakukan di sini!? apa kamu sudah gila?” Rasti tidak berniat untuk memelankan suaranya meski di siang menjelang sore itu ada beberapa pelanggan yang sedang memilih kue-kue di etalase. “Aku hanya mengantarkan Adelia,” sahut Andi tenang. “Kamu tau kan kalau kamu tidak boleh berada di sini atau pun bertemu dengan Adel?” “Ya. Adel sudah tau, Ma.” Adelia yang menyahut dan sesegera itu juga ekspresi keterkejutan di wajah Rasti semakin bertambah. “Kamu sudah tau apa, Del?” tanya Rasti. “Adel sudah tau semuanya.” Rasti memandang ke arah Andi dengan tatapan yang menuntut b

