Bertanya pada Hati

1601 Kata

           “Astaga, Shandy. Astaga.” Fahria memjit kedua pelipisnya sambil menarik embuskan napas dengan cepat. Dua menit yang lalu Shandy baru saja menceritakan segalanya. Segala sandiwara yang dia dan Adelia telah lakukan. “Mami tidak tau harus bilang apa. Mami kecewa sekali sama kamu, Shandy!”            Makan malam kali ini memang terasa tidak menyenangkan. Rahang Ibrahim mengetat. Dia tidak berbicara satu patah kata pun sejak hidangan pembuka disajikan. Sementara Aidan dan Jusuf hanya bisa melongo mendengar semua penuturan yang Shandy sampaikan. Abangnya berbohong pada ibu mereka tentang hubungannya dengan Adelia? apa yang ada dipikiran Shandy, sih?            “Maafkan aku, Mi. Aku tidak bermaksud untuk membuat Mami kecewa. Hanya saja aku memang belum berpikir untuk menikah dan semu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN