Anna menggeleng. “Bukan, hantu di luar sana yang pergi.” Satu minggu kemudian, Nalendra pergi ke rumah almarhum Bram bersama dengan ayah dan ibunya. Mereka pergi sekitar pukul setengah empat sore, naik mobil hitam. Setelah menempuh beberapa waktu, akhirnya mereka telah duduk di teras rumah. “Terima kasih, ya, sudah datang.” Mama Nalendra memeluk hangat seorang wanita paruh baya yang telah berteman baik selama bertahun-tahun. Tidak lama kemudian, mereka masuk ke dalam rumah. Nalendra duduk di ruang tamu sembari bermain dengan Marsya. Sedangkan, ayahnya masih menetap di teras untuk membantu tetangga memasang tiang-tiang dari besi itu untuk peneduh nanti malam. Mama Nalendra berada di dapur bersama dengan Pratiwi dan ibunya. Mereka sedang memasak untuk jamuan para tamu yang akan datang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


