Dewi mengeluh ketika kakinya terkilir karena tersandung kerikil. Kemudian, dia memilih untuk kembali ke rumah. Mereka mengubah niat, tidak melanjutkan untuk ke rumah sakit. Nalendra mengantarkan perempuan itu kembali ke rumahnya. Setelah itu, Nalendra kembali ke rumah. Kini, Nalendra duduk di kamarnya. Tangan, pikiran, dan mata fokus ke laptop untuk mengerjakan skripsinya. Jangan ditanya, Nalendra tidak bisa sepenuhnya fokus, sebab ada Anna yang secara mendadak datang ke ruangan itu. Bahkan, tanpa merasa bersalah, Anna memainkan spidol di lantai. Menggambarkan abstrak di sana dengan alibi ingin belajar. Nalendra mengurut keningnya beberapa kali, tidak habis pikir dengan kelakuan hantu itu. Dia hanya bisa menghela napas lalu mencoba untuk melanjutkan skripsinya. “Nalendra ... Anna mau p

