Beberapa hari kemudian, Nalendra pergi ke salah satu tempat yang ada di daerah Puncak, Bogor. Menyewa sebuah vila bersama ibu dan ayahnya. Sebuah waktu yang tidak akan mereka sia-siakan untuk menghangatkan hubungan satu dengan yang lain. Tepatnya, pukul delapan malam, satu keluarga itu tengah duduk di taman belakang vila. Menikmati udara malam di tempat yang indah itu. Mencari sesuatu yang bisa memperbaiki hubungan. Sebuah keluarga pun memiliki suatu masalah yang butuh untuk diselesaikan. Nalendra telah bisa memaafkan kesalahan ibu dan ayah sambungnya. “Nalendra, apa yang sebenarnya terjadi dengan Bram? Dari waktu itu, Mama masih memikirkan itu.” “Bram? Maksudnya bagaimana, Ma?” jawab Nalendra membuang sisa rokok ke dalam asbak. Kemudian, meneguk kopi hangat dari cangkir. “Mama kam

