Kim POV Dengan perasaan yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata, aku melihat alat tersebut yang mulai bekerja. NO WAYYYYY !!!!!!!!!!! Tanganku bergetar menjatuhkan testpack tersebut, aku melihat dua garis merah yang tercetak dengan jelasnya pada alat itu. Aku berharap ini hanya mimpi buruk. Pikiranku sudah entah kemana, kepalaku terasa sakit memikirkan hal ini. Aku benar-benar tak menyangka hal ini akan terjadi padaku. Aku hanya menutup mulut tak tau harus berbuat apa setelah ini. Bagaimana caraku mempertanggungjawabkannya kepada suamiku, Mark. Apa aku harus mengakui bahwa ini adalah anaknya? Tapi aku takut Mark menyadari dan mengetahui kebohonganku. Ya Tuhan bantu aku. Aku harus berbuat apa? Tak terasa air mataku jatuh dengan mudahnya

