"Dasar kalian ini semuanya perempuan matre!" ujar Kim terkekeh sambil membaca chat teman-temannya tersebut.
Kim : Okay guys see you tomorrow.
Chat kemudian berakhir dengan keputusan Kim yang akan mentraktir semua sahabatnya. Tentu saja ketiga wanita itu semakin bersemangat dengan yang namanya gratisan. Kim kembali melanjutkan aktifitasnya berselancar di dunia maya, membaca gosip-gosip artis Hollywood yang sedang heboh, melupakan kesendiriannya yang sudah biasa dijalani tanpa ada kehadiran ataupun perhatian suami seperti pasangan suami istri pada umumnya. Untuk sementara ini, ia masih menikmati jalan hidupnya yang seperti ini, entah bagaimana nanti jika ia menemukan cinta dalam hidupnya.
*
Suasana Inferno Club malam ini sangat ramai dan sesak oleh para pencari hiburan malam yang ingin menghabiskan malam panjang mereka, selain karna malam ini adalah malam minggu ditambah dengan adanya penampilan DJ papan atas New York membuat malam minggu ini akan terasa sangat panjang bagi keempat gadis yang sedang berpesta melepas penat akan rutinitas pekerjaannya.
Mereka memesan meja agak pojok agar tidak terlalu terganggu oleh lalu lalang manusia. Kim memesan beberapa minuman dan snack dari bar counter lalu menghampiri teman-temannya.
Kim malam ini terlihat sangat seksi mengenakan mini dress off shoulder berwarna hitam yang sangat pas sekali di tubuhnya. Bagian dadanya yang cukup besar dan lekukan tubuhnya yang sempurna tercetak sangat jelas sekali meskipun pakaiannya berwarna hitam. Wanita itu bahkan melupakan statusnya yang sudah menikah dengan memakai pakaian yang mungkin saja dapat mengundang tatapan lapar dari pria-pria mata keranjang.
Lantai dansa yang terdapat di bagian tengah klub terlihat sangat sesak oleh banyaknya para clubbers yang menari meliuk-liukkan badannya. Keempat gadis itu masih asik dipojokan dengan minumannya dan belum ada yang berminat untuk menari ke tengah.
Kim, Ana dan Haylie sudah mulai mabuk, terkecuali Erica yang hanya minum sedikit. Memang jika setiap mereka pergi clubbing seperti ini, harus ada satu orang yang tetap sadar, jangan sampai mereka semua mabuk karna harus ada yang dapat menyetir dalam keadaan sadar, dan kali ini adalah giliran Erica.
“Ayo kita turun, aku bosan duduk terus!” ajak Haylie menarik Kim dan Anna meninggalkan Erica sendiri, jaga kandang.
Ketiga gadis itu lalu berjalan turun ke lantai dansa dan menari mengikuti irama musik yang menghentak. Mereka bertiga menari dengan seksinya sehingga mengundang beberapa pasang mata liar dari para lelaki di dalam klub itu. Lalu ada seorang pria tampan setengah mabuk yang mendekat ke arah Kim.
"Hai, Cantik." sapa pria tampan itu menyeringai.
"Hai juga, Babe," jawab Kim sambil mengedipkan mata. Antara sadar dan tidak sadar Kim berlaku sedikit nakal malam ini.
Kedua manusia tersebut larut dalam musik yang semakin hingar bingar, tubuh mereka semakin merapat. Kim yang menari membelakangi pria itu sepertinya tak sadar telah menggoyang-goyangkan tubuhnya ke arah pria tampan itu. Dan ketika ia membalikkan tubuhnya, tatapan mata pria itu semakin menggelap. Pria itu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kim, sementara dirinya tiba-tiba kaku tak bisa bergerak, mungkin terpesona oleh tatapan pria itu. Tak lama kemudian, bibir mereka saling bersentuhan. Kim terkejut dan membulatkan matanya, namun pria itu semakin rapat dan mencium bibir Kim dengan memegang tengkuknya untuk memperdalam ciumannya. Ciuman pria ini begitu dalam sehingga membuat Kim sangat menikmatinya dan membalasnya, kemudian ia pun mengalungkan kedua lengannya di leher pria tersebut. Mendapat respon yang baik dari wanita di hadapannya, pria itu lalu memeluk tubuh Kim sangat erat.
"F*ck Kimmy!! What the hell are you just doing now?!" dari kejauhan, Erica melihat Kim yang sedang berciuman dengan seorang pria. Ia lalu menghampiri Kim dan menarik sahabatnya itu menjauh dari pria tersebut.
"Hey heyyy.. kenapa kau menarik dia?!" tanya pria itu agak emosi, ketika kehilangan bibir yang sepertinya akan menjadi favoritnya.
"She is my bestfriend. And you! don't you dare to touch her!!" bentak Erica kencang, namun sedetik kemudian seperti menyadari sesuatu. Erica mengabaikan pikirannya itu, yang penting saat ini ia harus menarik Kim menjauh terlebih dahulu.
"Hhmm, Er, apa-apaan sih? Aku lagi senang-senang dengan pria itu, kenapa kau memisahkanku?!" tanya Kim setengah sadar sedikit marah lalu tertawa, ia ditarik paksa oleh Erica keluar dari lantai dansa.
Erica lalu menyuruh Kim agar tetap berada di meja mereka. Kim sudah meracau tidak jelas, bahaya jika wanita mabuk itu dibiarkan terlalu lama. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Erica lalu membawa teman-temannya menuju ke mobil untuk pulang ke rumah Kim, karna Mark sedang tidak ada di rumah maka mereka sudah sepakat sebelumnya pulang dari klub menginap di rumah Kim.
***
Kim POV
Malam ini aku ingin melupakan semua masalah yang ada, yang kuinginkan hanyalah bersenang-senang. Aku pun mencoba beberapa dress yang akan ku kenakan nanti. Jam sepuluh teman-temanku akan menjemput.
Masih ada satu jam lagi, batinku
Akupun menjatuhkan pilihan pada mini dress off-shoulder warna hitam yang tidak terlalu terbuka tapi tetap memberikan kesan seksi. Ku curly rambutku yang panjang dan menyapukan make up agak sedikit tebal dari penampilanku sehari-hari. Simple but sexy, itulah penampilanku malam ini.
"Wow kau ingin menggoda siapa malam ini, Kimmy? You look stunning tonight." ucap Erica ketika sudah sampai di rumahku.
"Kau ini bicara apa, Er. Kalian semua juga terlihat amazing. Ayo kita jalan, I'm ready to party tonight." sorakku kepada ketiga sahabatku ini.
Sesampainya di Inferno, aku dan sahabatku menempati sofa yang berada di pojokan, sengaja agar kami lebih leluasa mengobrol. Aku kemudian memesankan minuman untuk kami berempat. Aku, Haylie, dan Ana memilih vodca dan tequila, sementara Erica hanya memilih wine. Malam ini yang menjadi supir adalah Erica, makanya dia tidak boleh sampai mabuk juga.
Kami bercerita, tertawa dan berteriak sambil menikmati alunan musik dari DJ ternama di kota ini. Haylie mengajakku dan Ana untuk melantai. Erica memilih tetap duduk di tempat karna ada seorang pria yang tak lama kemudian mendatanginya dan mengajak berbicara. Aku mulai menari dan meliuk-liukkan tubuhku. Aku merasa beberapa pria mulai mendekati kami bertiga. Salah satunya yang mendekatiku, dia terlihat cute dan sepertinya aku pernah melihatnya.
"Hai cantik," sapa pria tampan itu.
"Hai, Babe."
Kami berdua larut dalam alunan musik ini, menari dan saling merapat. Dia semakin mendekatiku hingga aku merasakan ada sesuatu yang kenyal menempel di bibirku.
Oh my gosh, dia menciumku!, batinku.
Tapi ciuman ini terasa sangat berbeda. Berbeda pada saat aku berciuman dengan Mark. Ciuman ini seperti mengandung makna yang aku sendiri tak mengerti mengapa bisa begitu. Entah bagaimana bisa, padahal aku tak mengenalnya sama sekali. Pria itu pintar mencium dan mampu membuatku menikmati sensasi ciuman kami. Rasa alkohol bercampur rasa mint dari mulutnya benar-benar memabukkanku. Aku tak tau apakah ini efek dari minumanku, tapi rasanya bibir itu membuatku ketagihan untuk terus menyentuhnya. Tangannya yang tadinya berada dipinggangku kini berada di bagian bokongku, namun aku tak mempedulikannya. Kami masih terus berciuman satu sama lain, hingga ada seseorang yang menarikku menjauhi bibir itu.
"Are u f*cking crazy, Kim?! Kau mencium pria lain di tempat umum!" bentak Erica sambil menarikku ke arah meja kami.
"Apa yang kau lakukan, Er? Kau menggangguku saja!" jawabku ketus setengah sadar.
"Hey, kau ini sudah menikah Kim. Tak sepantasnya kau berbuat itu dengan pria lain." Bisik Erica tepat di telingaku.
"Memang apa masalahnya? Aku kan tidak mencintainya. Kurasa Mark pun tidak mencintaiku, jadi tak apa jika aku mencari yang lainnya. Ha..ha..ha.."
"Kau mulai meracau, Kim." Erica menggeleng-gelengkan kepalanya. "Asal kau tau saja ya, pria yang tadi berciuman denganmu itu public figure. Bagaimana kalau ada yang mengambil gambar kalian pasti itu akan jadi sasaran empuk bagi para media yang kelaparan mencari berita, apalagi kau ini sudah menikah. Kalau sampai keluargamu tau bisa gawat nanti." jelas Erica yang akhirnya menyadari siapa pria barusan yang mencium Kim.
"Memangnya siapa dia?"
"Dave Smithson. Model terkenal itu. Kalau saja kau belum menikah mungkin aku tak semarah tadi."
Dave Smithson? Sepertinya aku pernah mendengar namanya. Aku memang jarang menonton TV atau melihat berita artis-artis. Tak menarik bagiku.
"Sebenarnya aku tidak suka karna cemburu juga melihat kau bisa berciuman dengan dia. Kenapa bukan aku saja yang berada di posisimu?" ucap Erica manyun.
"Hey hey kau cemburu padaku? hehehe.. Bukankah kau tadi sudah bersama dengan pria tampan?"
"Ya, kami tadi sempat bertukar nomor handphone, tapi dia mendadak harus pergi. Ayo kita pulang, aku akan menarik Ana dan Haylie. Kalian harus diamankan."